Setya Terancam Pasal Penghalangan Penyidikan

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi akan memeriksa laporan tentang upaya mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Setya Novanto, yang dikabarkan meminta Eni Maulani Saragih menutupi perannya dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1. Bila terbukti, mantan Ketua Umum Partai Golkar itu bisa terjerat Pasal 21 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi tentang pidana terhadap orang yang menghalangi proses penyidikan kasus korupsi.

“Intimidasi seperti apa yang dimaksud, nanti saya lihat dulu,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang kepada Tempo, kemarin. “Kami (penyidik) pelajari lebih dulu.” KPK memindahkan sementara Setya dari Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, ke Rumah Tahanan KPK pada 27-28 Agustus lalu. Pemindahan tersebut berkaitan dengan kebutuhan penyidik memeriksa Setya sebagai saksi dalam kasus suap proyek PLTU Riau-1 yang telah menjerat Eni Saragih; mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham; dan mantan pemegang saham BlackGold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo. baca juga : Daftar autotrade gold

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *