Kamar Pribadi Menjadikan Anak Mandiri Bagian 2

Sampai ke hal-hal yang lebih detail masalah di lapangan pun, Hanny yang juga menggunakan tukang-tukang berpengalaman yang biasa dipakai di kantornya, dapat memperoleh masukan. Selain menggunakan teman sebagai konsultan, Hanny mengaku sangat rajin mengoleksi Tabloid sejak dulu.

Baca juga : Jual Genset Makassar

“Dari inspirasi yang ada di Tabloid inilah, banyak ide muncul,” ujar Hanny yang merasa senang ketika Tabloid meliput rumahnya. Hanny menambahkan, “Gantian berbagi inspirasi kepada yang lain.” Kamar Anak Melatih Kemandirian Renovasi tahap kedua—di tahun 2012—difokuskan pada penambahan kamar di lantai atas untuk ketiga anak mereka yaitu Kaila (13), Haekal (10), dan Kwan (7).

Beberapa perubahan layout ruang di lantai bawah juga dilakukan. Soal kamar anak, Hanny dan Yudi memang sengaja melatih mereka sedari kecil untuk punya kamar sendiri. Alasannya adalah untuk melatih agar anak-anak mandiri. “Urusan nanti, jika sudah besar mereka pergi meninggalkan rumah, ya nanti sajalah dipikirin, “ujar Hanny. Tak tanggung-tanggung. Karena ingin mengajarkan kemandirian ini, Hanny dan Yudi bahkan harus mengakali desain kamar anak-anak, agar menjadi nyaman buat mereka.

Contohnya, untuk si bungsu yang masih suka takut beraktivitas di kamar sendirian, Hanny membuatkan kamar mandi dua pintu yang bisa diakses dari kamarnya dan kamar kakaknya. “Kalau Kwan takut sendirian di kamar mandi, ya dia bisa buka pintu yang terhubung dengan kamar kakaknya, sehingga seakan ada yang menemani,” ucap Hanny. Kamar si sulung juga dibuat lebih luas agar bisa menampung dua ranjang, untuk cadangan jika si bungsu tiba-tiba ingin tidur sekamar dengan kakaknya.

Hanny menuturkan, sepertinya tak lama lagi, mereka juga akan melakukan tahap ketiga renovasi untuk menggabungkan rumah mereka dengan kaveling yang sudah mereka beli di bagian belakang rumah. “Ibu saya pengen dekat dengan cucunya, dan akan tinggal bersama kami. Maka kami akan buatkan tempat yang nyaman agar cucu dan Omanya bisa nyaman di rumah, “ ujar Hanny.

Begitulah, rumah ini akan terus berkembang sejalan dengan cerita hidup penghuninya. Rumah tak sekadar menjadi sebuah tempat tinggal bagi pemiliknya. Tetapi, rumah tumbuh sejalan dengan pertumbuhan dan kehidupan penghuninya. Membangun rumah tak sekadar urusan mengubah tampilan fisik, namun juga memuat nilai-nilai kebaikan yang diyakini oleh pemiliknya untuk masa depan keluarganya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *