Treq Mini 3G – Harga Irit Koneksi Komplit

Treq Mini 3G – Harga Irit Koneksi Komplit

Demam tablet semakin riuh, tak ada yang bisa menyangkalnya. Puluhan brand berkompetisi. Namun, hanya sedikit yang punya taji. Diantaranya Treq 3G Mini, tablet besutan lokal yang punya segudang fitur teruji. Desain Mengadopsi pola a la produk apple, Treq mencoba menggoda pasar. Cukup handy, karena hanya berdimensi 230x142x9.3 mm dengan layar 7.85 inch. Terlebih bobot yang dimiliki pun cukup berat. Menentengnya berlama-lama praktis akan membuat tangan lekas lelah. Pola rounded di bagian tepi menambah kesan dinamis. Guyuran warna putih juga membantu tongkrongan menjadi elegan. Yang membuatnya sedikit tak nyaman dipandang ada pada list lebar yang berjarak dengan layar.

Sumber : Whatsapp Web

Di detail, port dan slot hampir serupa dengan kebanyakan tablet. Tersedia di area tepi dan bisa langsung dikoneksikan sesuai kebutuhan. Sementara slot tersedia di dalam bodi. Tinggal bongkar saja cover belakang, Anda akan menemukan dua slot SIM yang berdampingan. Satu menggunakan micro SIM, satu lagi dengan mini SIM. Pindah ke bagian layar, kelapangan 7.85 inch menjanjikan visual berkelas a la tablet dua jutaan. Layar cukup tajam, karena menggunakan kepadatan 1024×768 pixels. Reproduksi warna juga kaya dengan teknologi layar IPS LCD yang membantunya tampil lebih cerah dan nyaman.

Tingkat responsif layar juga tergolong baik, dengan sedikit sentuhan menu sudah bisa tereksekusi. Anda bisa melakukan beragam aktivitas lebih cepat, tanpa harus menunggu jeda di setiap kegiatan yang Anda lakukan bersama Treq. Meski tergolong ciamik, Anda tidak bisa memperlakukan layar dengan sembrono. Pasalnya, layar yang dimiliki Treq tidak menggunakan pelindung yang mumpuni. Sehingga rentan gores terhadap benda logam dan cenderung tajam. Multimedia Aspek ini rupanya menjadi salah satu aspek unggulan Treq mini 3G. Karena SINYAL mencobanya dengan beragam kebutuhan yang Indoor Chart warna biasa dilakukan pengguna. Diantaranya bermain game, menonton film, dan streaming via youtube.

Semua aktivitas yang SINYAL lakukan nyaris tak mengalami kendala berarti. Menonton film favorit dengan genre action begitu menghibur. Tinggal colokkan saja handsfree berkualitas agar bisa mendapat efek suara yang bermutu, lalu serahkan hiburan visual ke layar Treq mini 3G. Hal yang sama, SINYAL rasakan ketika bermain game. Grafis yang ditampilkan Treq mini 3G juga baik. Game dengan standar High Definition bisa terlihat apik. Mata pun bisa dimanjakan, karena menatap layarnya tak membuat jenuh.

Bagaimana dengan streaming Selama jaringan memadai hiburan yang satu ini tak akan mengalami kendala berarti. Karena suguhan layar pun sudah memadai. Berbeda saat SINYAL menyicipi audio dengan speaker bodinya. Suara yang dimuntahkan tidaklah merdu dan cenderung sember. Hal ini bisa dimaklumi, karena peruntukkan tablet memang bukan pada sisi audio berkelas di bodi, melainkan di handsfree. Sayangnya, Treq pun tidak menyediakan itu sebagai hardware tambahan dalam paket penjualan dan malah memilih koneksi kabel USB on the go.

Industri farmasi asing mencatatkan Keuntungan

Industri farmasi asing mencatatkan kenaikan omzet hingga 12% pada semester I- 2018 menjadi Rp 10 triliun dibanding periode s a m a t a h u n l a l u . Peningkatan ini didorong p r o g r a m J a m i n a n Kesehatan Nasional (JKN) dan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan. “Pencapaian di semester I kemarin cukup menggembirakan bagi kami, karena bisa tumbuh hingga 12%, jauh lebih tinggi dibanding periode sama tahun lalu yang hanya single digit,” kata Direktur Eksekutif International P h a r m a c e u t i c a l Manufacturer Group ( I P M G ) P a r u l i a n Simanjuntak, baru-baru ini. Parulian mengatakan, peningkatan pertumbuhan ini salah satunya karena keikutsertaan industri farmasi asing dalam program JKN. “Dari suplai obat ke program JKN, kita bisa meraih omzet yang cukup bagus,” ujar dia Selain itu, kata dia, meningkatnya kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya kesehatan, juga menjadi pendorong pertumbuhan di semester I kemarin.

“Di dunia ini, negara yang maju dengan tingkat kesehatan yang tinggi, konsumsi obatnya juga tinggi. Di Indonesia masih rendah, tetapi kesadaran akan pentingnya kesehatan semakin membaik,” ujar dia. Parulian melihat, tingginya pertumbuhan omzet di semester awal 2018 juga karena adanya kompensasi (adjustment) tahun lalu. “Tahun lalu pertumbuhannya tidak terlalu menggembirakan, sehingga mungkin juga kenaikan hingga 12% di semester I ini merupakan kompensasi rendahnya pertumbuhan di tahun lalu,” terang dia. Dia berharap, pertumbuhan di semester I-2018 akan berlanjut di semester II ini. Mengingat, peluang pertumbuhan pasar farmasi Indonesia masih sangat tinggi. “Di Indonesia konsumsi produk farmasinya masih rendah, bahkan dibanding negara-negara di Asia Tenggara lainnya seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand,” ujar dia. S e p a n j a n g t a h u n 2018, kata dia, industri farmasi asing mengincar penjualan US$ 1,5 miliar atau setara Rp 20,31 triliun, naik 8-9% dibanding tahun lalu