Peluang Kecurangannya Besar bag2

Di tengah persidangan, perusahaan meminta lagi bertemu untuk membahas gugatan. Tapi kami tolak. Kami jalan terus. Dalam kasus lain, pemerintah pernah kalah…. Tentu saja kami sempat khawatir akan kalah lagi. Menang tipis saja kami sebenarnya bersyukur. Sebab, belum ada sejarahnya vonis maksimal. Tapi yang paling kami takutkan adalah kalah karena ada yang main mata. Maka kemarin kami meminta bantuan Komisi Pemberantasan Korupsi dan Komisi Yudisial untuk memantau persidangan kasus ini. Kerja sama itu akan jadi pola dalam jangka panjang?

Tentu saja. Belajar dari putusan bebas di Pengadilan Negeri Palembang, kami ingin hakim yang menangani kasus kebakaran hutan dan lahan diawasi. Apalagi saat ini ada beberapa gugatan perdata yang sedang kami siapkan. Peluang kecurangan dalam sidang kasus kebakaran hutan itu besar. Maka kami juga akan menggandeng Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan untuk menelusuri keuangan perusahaan.

Telur Gulung Serundeng Untuk 5 tusuk ala Cafe Instagramable di Jakarta

Telur Gulung Serundeng Untuk 5 tusuk ala Cafe Instagramable di Jakarta

Bahan: 4 btr telur 1 1/2 sdm susu cair 1/2 sdt garam 1/4 sdt merica bubuk 100 ml saus lada hitam 100 ml mayonnaise 10 bh tusuk sate Bahan Serundeng: 1 ekor ikan pindang, goreng, suwir-suwir 200 gr kelapa parut kasar 2 lbr daun salam 1 btg serai, ambil putihnya, memarkan 1 sdt garam 1 sdt gula pasir 1/8 sdt merica bubuk 1 sdm air asam jawa, dari 1 sdt asam jawa yang dilarutkan dengan 2 sdm air 1 sdm minyak goreng Bumbu Halus: 1/2 cm kunyit, bakar 6 btr bawang merah 3 siung bawang putih 2 bh cabai keriting merah 1/2 sdt ketumbar bubuk 1/4 sdt jintan bubuk

Cara Membuat: 1. serundeng, aduk rata ikan, kelapa parut, bumbu halus, daun salam, dan serai. Bubuhi garam, gula pasir, dan merica bubuk. Tambahkan 1 sdt minyak goreng. aduk rata. 2. sangrai dengan api kecil sambil diaduk hingga setengah kering. Tuang air asam jawa. aduk aduk sampai kering. sisihkan. 3. Kocok rata telur, susu cair, garam, dan merica bubuk. 4. panaskan minyak. Tuang sedikit telur di atas pan datar yang sudah diolesi tipis minyak. Taburi serundeng. Gulung dengan tusuk sate. 5. coret-coret telur gulung pakai saus lada hitam ditambah juga mayonnaise.

Jelajahi Museum Cadbury di Inggris apakah Sajiers tahu, merek cokelat ternama di dunia, cadbury, memiliki museum? di museum terletak yang di Birmingham inggris ini, pengunjung akan diajak mengenal sejarah cokelat plus perjalanan cadbury hingga kini. Terdapat ruangan berpenerangan temaram yang di dalamnya diputar musik ala suku aztec. Pengunjung juga akan mendapatkan informasi tentang asal mula tanaman cokelat. Tak hanya itu, ukiran suku aztec, patung, danau, dan pepohonan cokelat pun menambah daya tarik ruangan dalam museum. menariknya lagi, pengunjung pun diajak untuk membuat cokelat dengan tangan sendiri dan bisa berbelanja aneka snack berbahan cokelat.

Modal Besar Menyeret Pembakar Bag8

Bambang Hero, yang pernah meninjau lokasi kebakaran, ragu terhadap dalih National Sago. Menurut dia, lahan garapan masyarakat dan kebun perusahaan berjarak sekitar tujuh kilometer. Berdasarkan citra satelit, titik panas (hotspot) pun muncul pertama kali di lahan konsesi National Sago pada Januari 2014. Tim Kementerian telah mencocokkan citra satelit dengan peta kerja perusahaan.

Ternyata titik panas yang tertangkap satelit berada di lahan perusahaan yang terbakar. Menurut Ragil, api semestinya bisa segera dipadamkan karena lokasi kebun National Sago dikelilingi sungai. ”Kalau mereka punya sarana memadai, api bisa cepat dikendalikan,” kata Ragil. Faktanya, menurut Bambang, di lapangan, perusahaan tak memiliki sarana pencegah dan pengendali kebakaran yang memadai.

Agar Sang Pengasuh Betah

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, kita perlu mengetahui penyebab yang umumnya membuat pengasuh enggak betah. Menurut Della, 80% penyebab seseorang tidak menampilkan kinerja terbaiknya ternyata terkait faktor pengondisian. Ini berlaku juga untuk pengasuh. Adapun faktor-faktornya adalah kejelasan instruksi, konsistensi aturan main/prosedur, tingkat kerumitan tugas, ketersediaan fasilitas, dan bantuan serta bimbingan.

Baca juga : kursus bahasa Jerman di Jakarta

Jadi, kalau kita tidak memberikan instruksi yang jelas, apalagi setelah pengasuh mengerjakan tugas, kita komplain, ya jelas kalau pengasuh jadi enggak nyaman. Lo… dia kan bisa tanya kalau enggak ngerti? Betul, tapi mohon selalu diingat, tidak semua pengasuh terbiasa mengonfi rmasi kembali instruksi yang sudah kita berikan, sehingga bisa jadi salah tangkap. Terlalu kaku pada aturan juga bisa membuat pengasuh tidak betah.

“Mereka yang dikondisikan terlalu ketat bisa membandingkan dengan pengalaman sebelumnya atau dengan rekan sesama pengasuh. Jadi, saat mengomunikasikan aturan, beri kesempatan pada pengasuh untuk berdiskusi sehingga ia memahami mengapa kita menerapkan aturan seperti itu,” tutur Della. Kerumitan tugas juga tidak jarang menjadi sumber masalah mengapa pengasuh pergi. Untuk itu, perhatikan, apakah tugas-tugas yang dibebankan masih berada dalam kapasitas mereka.

Ketika terlalu percaya dengan kemampuan pengasuh, terkadang kita lupa mengevaluasi kembali apakah mereka masih nyaman dengan beban yang diberikan. Ajak bicara, tanyakan apa kesulitan yang dihadapi, jembatani dan fasilitasi, serta hargai apa yang telah dilakukan (meski belum sempurna). Hal-hal ini dapat meningkatkan keyakinan bahwa mereka sanggup menghadapi tugas rumit tersebut. Beri tambahan tenaga bantuan, bila memang dibutuhkan.

Perlukah Bertenggang Rasa?

Tentu kita perlu bertenggang rasa, pertanyaan selanjutnya seberapa besar tenggang rasa itu? Della menjelaskan, bahwa tenggang rasa ini harus dimaknai dalam dua hal. Pertama, dalam bentuk memberi toleransi/kesempatan pada pengasuh untuk belajar dan meningkatkan keterampilannya sehingga memenuhi harapan kita. Yang kedua, merasakan apa yang mereka rasakan dan butuhkan, karena mereka juga manusia sehingga kita dapat memberi ruang pada mereka untuk menikmati juga quality time-nya.